Text
Manusia Bugis
Di atas peta kala yang seakan merekahkan kelopak-kelopak waktu itu, Pelras menyisipkan seumlah detak kebudayaan Bugis yang tampak melangkahi denyut kultural eropa yangsering dianggap berada di garis terdepan arus waktu progresif. Pelras misalnya menyajikan bagaiaman kebudayaan bugis menyediakan ruang bagi gender ketiga dan keempat (calabai dan calalai), dan bagaimana perempuan menduduki tempat yang benar-benar sejajar dengan laki-laki, dengan hak setara dalam merumuskan kebijakan-kebijakan kerajaan sekaligus bertahta memerintah kerajaan itu. dalam sejumlah peristiwa, bahkan di masa ketika abad ke-20 belum menjelang tiba dan Simone de Beauvoir belum mengarang the second sex, perempuang telah tampil lebih bernyali dan berotak dari para lelaki, menandaskan keputusan-keputusan penting yang mempertaruhkan masa depan keraDi tangan para sarjaan seperti Lombard, Pelras dan sederet nama yang lain, etnologi dan etnografi yang punya akar pada pelukisan kehidupan bangsa-bangsa yang dianggap barbar, berkembang menjadi persembahan yang hangat dan murah hati dari satu bangsa ke bangsa yang lain, sesuatu yang sungguh kian dibutuhkan dalam dunia yang memang tak punya batas-batas yang tak tertembus, tetapi yang kadang masih ingin disekat dan dibuat kedap oleh batas-batas bikinan manusia sendiri.
Tidak tersedia versi lain